29.5 C
Medan
Selasa, April 13, 2021

LBH Medan: Buktikan Lahan HGU yang Tengah Bersengketa Itu Aktif

- Advertisement -
- Advertisement -

SumutBisnis – Medan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menyayangkan  pengakuan terhadap Kebun Helvetia masih sebagai aset PTPN 2 dan enggan membawa sengketa berkaitan kebun itu ke jalur hukum sebagai mana diberitakan di media massa pada hari Jum’at (26/3/2021) yang lalu.

Berkaitan masalah di lahan perkebunan itu, pihak PTPN II menunjukan bukti-bukti sertifikat HGU No.111 dengan pengukuran titik kordinat dilahan perumahan pensiunan. Itu alasan PTPN II melalui kuasa hukumnya menolak tempuh jalur hukum.

“Kami (LBH Medan-red) sangat menyayangkan sikap dan pengakuan PTPN II bahwa perumahan pensiunan yang di Emplasmen Dusun I Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli masih aset mereka (PTPN II-red). Namun belum ada dasar bahwa itu HGU Aktif, bahkan melalui kuasa hukumnya PTPN II menolak atau keberatan untuk menempuh jalur hukum, kenapa tidak berani,” tutur Muhammad Alinafiah Matondang, SH, M.Hum Kepala Devisi Sumber Daya Alam LBH Medan, Minggu (28/03/2021) kepada wartawan.

Muhammad Alinafiah Matondang juga menjelaskan kenapa perusahaan sebesar itu tidak mau melakukan jalur hukum, dan meminta melakukan persuasif (kekeluargaan), hal itu menjadi kecurigaan LBH Medan, bukti milik pihak PTPN 2 tidak cukup kuat untuk mempertahankan lahan tersebut sebagai lahan HGU aktif.

“Kenapa menolak jalur hukum, seharusnya mereka (PTPN II -red) yang menggugat pensiunan ke pengadilan secara keperdataan untuk menyelesaikan permasalahan lahan di Dusun I Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli ini, bukannya pensiunan itu,” jelas Ali demikian panggilan Alinafiah di LBH Medan.

Menurut pemberitaan, seperti dituturkan Ali, terkait sengketa, pihak PTPN 2 meminta masyarakat ataupun komponen masyarakat yang ada, agar jangan ikut campur. Kasubag Humas PTPN 2 Sultan BS Penjaitan juga mengimbau agar masyarakat tidak usah meragukan status alas hak yang dimiliki PTPN II, seperti sertifikat HGU nomor 111, Kebun Helvetia masih aktif dan akan berakhir pada tahun 2028.

Menyikapinya, Ali berharap jangan sampai ada intimidasi pada nasyarakat yang akan menggunakan haknya  menyampaikan pendapat dimuka umum. “Jangan salahkan masyarakat bila berkeyakinan PTPN akan gunakan lahan untuk kepentingan lain yang tidak sesuai peruntukannya, sebab saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Deli Serdang PTPN II dan BPN Deli Serdang tidak bisa menunjukan surat sertifikat HGU tersebut. Kami (LBH Medan-red) yakin bahwa perumahan pensiunan milik klien kami, merupakan termasuk Eks. HGU PTPN II seluas 5.873 Ha. maka PTPN II tidak berhak dalam mengalihkan lahan ke pihak lain, ini sudah melawan hukum,” sebut Ali.

Ali juga menjelaskan bahwa sesuai SK Kepala BPN Nomor 42, 43 dan 44/HGU/BPN/2002, tanggal 29 Nopember 2002 dan Nomor 10/HGU/BPN/2004, tanggal 6 Februari 2004 seluas 5.873,06 Ha dikeluarkan dari HGU PTPN II berdasarkan Risalah panitia B Plus disebabkan antara lain adanya perumahan pensiunan karyawan seluas 558,35 Ha maka secara yuridis telah jelas Eks HGU PTPN II dikuasai langsung oleh Negara.

“Dengan demikian para pensiunan berhak untuk mendapatkan pendistribusian tanah tanah eks PTPN II ini dari Negara yang diantaranya pada lokasi perumahan pensiunan Emplasmen Kebun Helvetia Dusun 1 Desa Helvetia, Labuhan Deli yang selama berpuluh tahun di tempati oleh Masidi dan kawan-kawan yang menyerahkan urusan hukumnya kepada kami,” tambah Ali.

Ia juga menduga ada kemungkinan lahan akan beralih menjadi Sertifikat Hak Milik yang kepemilikannya tidak lagi oleh para pensiunan, kalangan masyarakat adat atau yang membutuhkan lainnya namun hanya dimiliki oleh segelintir investor, makannya DPRD Deli Serdang minta agar Bupati membatalkan Izin Prinsip Kota Megapolitan.

“Besar kemungkinan akan beralih menjadi Sertifikat Hak Milik yang kepemilikannya tidak lagi oleh para pensiunan atau kalangan masyarakat adat atau yang membutuhkan lainnya namun hanya dimiliki oleh segelintir investor,” ungkap Ali lagi.

Sementara itu, berdasarkan data yang didapat LBH, Ali menjelaskan bahwa pengeluaran tanah seluas 5.873,06 Ha berdasarkan risalah Panitia B Plus, yaitu untuk: Pertama, tuntutan rakyat (terdapat dasar hak yang kuat) seluas 1.377,12 Ha; Kedua kepada Garapan Rakyat (penguasaan secara fisik) seluas 546,12 Ha; Ketiga Perumahan Pensiunan Karyawan seluas 558,35 Ha.

Selanjutnya pihak keempat, kepada lahan Terkena RUTRWK (ada dikuasai rakyat/PTPN II) seluas 2.641,47 Ha; kelima penghargaan masyarakat Adat Etnis Melayu seluas 450,00 Ha dan terakhir, keenam kepada Pengembangan Kampus USU (sudah hak pakai) seluas 300,00 Ha. ***

- Advertisement -

Latest news

Astra Daihatsu dan Astra Otoparts Perkuat Sinergi Value Chain di Medan, Tembus 30.000 Unit Kwartal I 2021

SumutBisnis - Medan, Astra Daihatsu bersama Astra Otoparts-Shop&Drive memperluas Program Value Chain dengan meluncurkan Promo Paket Service Hemat di Medan, Padang, Lampung, dan Jepara....
- Advertisement -

Kemenparekraf – BCA Melalui Wisata Award, Ajak Desa Wisata Tingkatkan Kreativitas

SumutBisnis - Medan, Ditengah imbas Covid-19, sektor pariwisata tetap berupaya bertahan. Sebelumnya, saat kondisi normal, sejumlah desa wisata terbukti dapat mendatangkan ratusan wisatawan lokal...

Kian Canggih dengan Qualcomm® Snapdragon™ 888

SumutBisnis - Medan, Qualcomm® Snapdragon™ 888 5G Mobile Platform, chipset unggulan terbaru yang akan menjadi tolok ukur bagi perangkat smartphone pada tahun 2021.Chipset...

Bank DBS Indonesia Kerjasama Investasi Baru Dengan Manulife

SumutBisnis - Medan, Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia kembali mengukuhkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah yang semakin berkembang. Hari ini, Kamis (08/04/2021) Bank...

Related news

Astra Daihatsu dan Astra Otoparts Perkuat Sinergi Value Chain di Medan, Tembus 30.000 Unit Kwartal I 2021

SumutBisnis - Medan, Astra Daihatsu bersama Astra Otoparts-Shop&Drive memperluas Program Value Chain dengan meluncurkan Promo Paket Service Hemat di Medan, Padang, Lampung, dan Jepara....

Kemenparekraf – BCA Melalui Wisata Award, Ajak Desa Wisata Tingkatkan Kreativitas

SumutBisnis - Medan, Ditengah imbas Covid-19, sektor pariwisata tetap berupaya bertahan. Sebelumnya, saat kondisi normal, sejumlah desa wisata terbukti dapat mendatangkan ratusan wisatawan lokal...

Kian Canggih dengan Qualcomm® Snapdragon™ 888

SumutBisnis - Medan, Qualcomm® Snapdragon™ 888 5G Mobile Platform, chipset unggulan terbaru yang akan menjadi tolok ukur bagi perangkat smartphone pada tahun 2021.Chipset...

Bank DBS Indonesia Kerjasama Investasi Baru Dengan Manulife

SumutBisnis - Medan, Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia kembali mengukuhkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah yang semakin berkembang. Hari ini, Kamis (08/04/2021) Bank...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here