23.6 C
Medan
Selasa, April 13, 2021

Kongres F-Serbundo ke-2 di Medan: Perjuangan Buruh Perkebunan Harus Berlandaskan Ilmiah

- Advertisement -
- Advertisement -

SumutBisnis – Medan. Ketua DPP Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Serbundo) Herwin Nasution mengatakan bahwa perjuangan buruh perkebunan sudah tidak saatnya lagi semata mengandalkan otot saja, tapi harus mengedepankan landasan ilmiah untuk memperjuangkan hak-hak buruh.

“Dalam memperjuangkan hak-hak buruh, sudah tidak lagi harus mengandalkan otot, tapi juga harus melalui landasan ilmiah. Bagaimana meyakinkan pengusaha perkebunan kelapa sawit agar memahami apa sebenarnya hak-hak buruh,” kata Herwin Nasution saat membukan Konferensi Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (F-Serbundo) ke-II di Hotel Grand Antarez, Medan, Selasa (15/12/2020).

Herwin mengatakan, Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit di dunia dan ada sebanyak 21 juta buruh yang bekerja di perkebunan kelapa sawit. Namun, hingga kini masih banyak terjadi ketidakadilan terhadap pekerja di perkebunan, menyangkut hak-hak mereka sebagai pekerja, juga perlakuan kepada pekerja buruh yang bahkan melampui tahap pelanggaran hak-hak azasi manusia.

Karena itu, kata Herwin, serikat buruh harus mampu memperjuangkan hak-hak buruh kepada perusahaan. Sehingga, tidak hanya pengusaha kelapa sawit saja yang menikmati hasil dari kelapa sawit, tetapi juga pekerja.

“Untuk itu mari kita berjuang terus agar semua perusahaan kelapa sawit di Indonesia ini memperlakukan pekerjanya dengan layak, sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku, yaitu UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang kemudian diatur dala kluster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law,” kata Herwin.

Pada konfrensi yang diadakan Serbundo yang juga didukung Oppuk, Mondial dan FNV itu, juga digelar diskusi seputar industri kelapa sawit dengan menghadirkan pembicara, Misran Lubis, Minggu Saragih dan Saurlin Siagian.

Dalam pemaparannya Misran menjelaskan situasi perempuan dan anak di perkebunan sawit yang sampai saat ini masih kerap menghadapi diskriminasi seperti persolan upah, hak reproduksi, status pekerja (yang terdaftar sebagai pekerja hanya suami), beban ganda, kekerasan dan eksploitasi seksual.

“Masih ada misalnya, yang terdaftar di perusahaan sawit adalah suami, tapi pada kenyataannya ikut juga istri bekerja, tapi upahnya tidak dihitung,” katanya. “Harusnya istri juga mendapat upah,” lanjutnya.

Begitu juga terhadap anak, di mana masih banyak anak-anak yang harusnya bersekolah, tapi bekerja sebagai keluarga pekerja dan tidak dibayar dan terlibat di sektor pertanian.

“Mereka juga bekerja membantu orangtuanya, tapi mereka harusnya tidak bekerja bila dilihat dari usianya, yang harusnya belajar,” jelasnya.

Dalam waktu yang sangat lama, anak-anak yang bekerja di perkebunan juga akan mengalami ‘stunting pemikiran’, yang berarti pemahaman tentang hak anak terlalu minim, batasan tidak ada, apakah akan ada efek psikologis, fisik dan kesehatan.

“Anak-anak yang terlalu lama bekerja di perkebunan, menjadi tidak tahu menjadi apa (motivasi) mereka. Kalau besar jadi apa, mereka menjawab jadi buruh kebun. Cara pikiran mereka jadi pendek, dipersempit karena kurangnya edukasi,” ujar Misran.

Apa yang bisa dilakukan?

Menurut Misran, untuk menghadapi persoalan kepada perempuan dan anak di perkebunan, maka perlu membentuk komite rumah perlindungan perempuan dan anak.

“Karena banyak isu rahasia yang suatu saat bisa terbuka di publik. Kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dll, yang sudah sering terjadi di perkebunan,” paparnya.

Selain itu, perlu juga dilakukan pemberdayaan dalam penghapusan pekerja anak dan upaya mencegah segala bentuk diskriminasi.

Sementara itu Saurlin Siagian dalam pemaparannya menjelaskan peta industri perkebunan kelapa sawit saat ini, bahwa Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, disusul Malaysia.

“Sebesar 80 persen produksi sawit berasal dari Indonesia, total produksi 65 juta ton per tahun dan 50 persen dari Indonesia, 30 persen dari Malaysia. lima besar lain, ialah Thailand, Amerika Latin, Kolombia dan Nigeria,” katanya mengutip data Cifor pada tahun 2016. Namun, jelas Saurlin, situasi sosial akibat perkebunan sawit masih buruk.

Dari analisisnya, arah investasi besar kelapa sawit dunia dapat dilihat dari koneksi bank utama global di negara maju. “Semua aktornya adalah pemain-pemain besar,” katanya pada acara yang turut dihadiri perwakilan dari perusahaan kelapa sawit besar Indonesia, Wilmar dan Musimas. [TS]

- Advertisement -

Latest news

Kemenparekraf – BCA Melalui Wisata Award, Ajak Desa Wisata Tingkatkan Kreativitas

SumutBisnis - Medan, Ditengah imbas Covid-19, sektor pariwisata tetap berupaya bertahan. Sebelumnya, saat kondisi normal, sejumlah desa wisata terbukti dapat mendatangkan ratusan wisatawan lokal...
- Advertisement -

Kian Canggih dengan Qualcomm® Snapdragon™ 888

SumutBisnis - Medan, Qualcomm® Snapdragon™ 888 5G Mobile Platform, chipset unggulan terbaru yang akan menjadi tolok ukur bagi perangkat smartphone pada tahun 2021.Chipset...

Bank DBS Indonesia Kerjasama Investasi Baru Dengan Manulife

SumutBisnis - Medan, Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia kembali mengukuhkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah yang semakin berkembang. Hari ini, Kamis (08/04/2021) Bank...

Kini Giliran Telinga Dimanjakan 

 SumutBisnis – Medan, Hari ini, Rabu (31/03/2021), setelah memanjakan mata dengan teknologi warnanya, OPPO Indonesia resmi meluncurkan OPPO Enco X, inovasi earphone nirkabel premium...

Related news

Kemenparekraf – BCA Melalui Wisata Award, Ajak Desa Wisata Tingkatkan Kreativitas

SumutBisnis - Medan, Ditengah imbas Covid-19, sektor pariwisata tetap berupaya bertahan. Sebelumnya, saat kondisi normal, sejumlah desa wisata terbukti dapat mendatangkan ratusan wisatawan lokal...

Kian Canggih dengan Qualcomm® Snapdragon™ 888

SumutBisnis - Medan, Qualcomm® Snapdragon™ 888 5G Mobile Platform, chipset unggulan terbaru yang akan menjadi tolok ukur bagi perangkat smartphone pada tahun 2021.Chipset...

Bank DBS Indonesia Kerjasama Investasi Baru Dengan Manulife

SumutBisnis - Medan, Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia kembali mengukuhkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah yang semakin berkembang. Hari ini, Kamis (08/04/2021) Bank...

Kini Giliran Telinga Dimanjakan 

 SumutBisnis – Medan, Hari ini, Rabu (31/03/2021), setelah memanjakan mata dengan teknologi warnanya, OPPO Indonesia resmi meluncurkan OPPO Enco X, inovasi earphone nirkabel premium...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here